Kenapa dibilang tanah leluhur, ya karna moyangnya saya asalnya 'Guangdong' di selatan negara Tiongkok. Berpetualang ka tanah semenanjung karna kesempitan hidup lalu diserah pada keluarga melayu lalu jodohnya orang dari tanah Jawa. Saya ini ya punya 3 sukubangsa gitu. Karna kepayahan berhubung di masa dulu dan juga perobahan jaman lalu tali persaudaran kami di tiongkok dan jawa terputus. Namun mereka yang di tiongkok dan di jawa ya tetep saudaranya saya cuman terpisah ama perbatasan negeri. Kembali pada cerita asalnya, kamar hotelnya sama dengan apa yang ada di tanah semenanjung. Bisa nonton tv segala, tp bahasa mandarin semua. Saya ngertinya dikit aja, ya ngeliat gambarnya aja. Bangun pagi hari itu terus bikin teh cina yang tersedia, orang disini minim ga pakai gula. Mengikut rencana kami harus berangkat ka kota terlarang jam delapan. Sebelum itu harus makan pagi yang tersedia di rumah makan hotel. Mereka mengatakan, oleh kaena ramainya turis dari tanah semenanjung dan indonesia yang kerap ka sini makanya dijadikan rumah makan halal.
sekitar hotel penginapan
foto di depan hotel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar